Monday, November 15, 2010

Sesuatu yang Terlihat Tidak Terhubung

halo ceman-cemaaan :3 #abaikan

Tadi saat pulang sekolah, seperti biasa saya naik angkot MLK. Secara kebetulan, saya seangkot dengan segerombolan anak SMP 1. Mereka mengobrol panjang-lebar sana-sini. Sebenarnya saya tidak tertarik untuk mendengarkan obrolan mereka. Tetapi secara tiba-tiba mereka mengobrol tentang Pondok Benowo Indah (PBI) yang notabene berada di dekat rumah saya. Ooh, ternyata salah satu dari mereka tinggal di sana. Lalu ada teman mereka yang kemarin pergi ke PBI untuk bertemu saudaranya. Saya semakin nguping mendengarkan dengan seksama. Awalnya, si teman yang pergi ke PBI itu dianggap berbohong. Sampai anak itu berkata:
"PBI itu yang depannya ada kios-kios hp kan?"
"Iya."
"Itu kan, yang ada Hanif-Cellnya kan?"
"Iya."
"Nah, saudaraku itu yang punya Hanif-Cell"

WHAT? HANIF-CELL? Ehm, ooh jadi yang punya Hanif-Cell itu saudaranya. Dan FYI, orang yang punya Hanif-Cell itu adalah ibunya teman adik saya.
Oh-oh-oh berarti anaknya saudara dari orang yang kebetulan saya temui di angkot adalah teman adik saya. Woow :O

Saturday, November 13, 2010

Mengapa?

Karena masa lalu tidak dapat dibuang. Kita hidup dengan memanggul masa lalu. Dan bagaimana kita bisa menjalani hidup adalah dengan keyakinan diri sendiri serta semangat yang ditimbulkan dari ingatan peristiwa masa lalu.

-Qonita

Karena Kodisi

meredup meredup meredup
gelap gulita
sunyi senyap
pengap
tak terlihat
berputar-putar tak tahu arah
di mana aku di mana aku

cahaya datang
silau silau "Hentikan!"
lalu terbiasa

hanya satu?
satu di antara tiada
terang
memukau