Friday, February 11, 2011

Sesuatu di Balik Perjuangan


Dia berlari dan berlari. Tak peduli akan keletihan tubuhnya, ia terus berlari untuk mencapai garis finish. Tak peduli hujan yang terlalu deras, tak peduli angin yang terlalu kencang, tak peduli petir yang terlalu ganas. Dia berjuang. Sangat keras.

Dia berlari dan berlari. Badannya terhuyung tak seimbang, kakinya diseret asal. Luka-luka besitan badai bagaikan corak di kulitnya. Hujan tetap deras. Tetes demi tetes air menyentuh kulit lukanya. Dia gemertakkan giginya, menahan sakit. Dia berjuang. Tetap berjuang.

Dia berlari dan berlari. Namun dengan tempo yang renggang. Perlahan, dia pindahkan kakinya dari pijakan satu ke pijakan lain. Dia hampir sampai. Selangkah lagi.

Di depannya garis finish terlihat jelas. Sangat jelas. Dia tersenyum lalu berkata," Aku sudah menduganya. Aku pasti bisa melewati garis finish ini. Aku mampu. Benar-benar mampu. Bahkan kalaupun garis finish ini ada di ujung kejauhan sana, aku pasti mampu menaklukkannya."

Garis finish itu menjauh dengan cepat, menuju ujung kejauhan. Bahkan sekarang, garis itu tak terlihat.

Dia menggerutu seraya bertanya,"Mengapa ini bisa terjadi?"