Sunday, July 31, 2011

Seratus Dikurangi Lima

Liburan gini jadi sering ngangenin banyak hal. Dan salah satunya adalah...

Srigala
Seneng lan Rekasa ana ing Angkatan Sanga Akselerasi Lima

Jadi inget waktu hari pertama masuk aksel. Kamis, 16 Juli 2009. Di depan kelas ada Steven dengan wajah sumringahnya, kelihatannya bangga keterima jadi anak aksel. Sedangkan aku, campur aduk antara kaget, heran, dan tidak bisa membayangkan ke depannya -_-. Terus kedengaran suara Steven ngobrol entah sama siapa (lupa haha peace --v) "Enak yo masuk kelas aksel, areke pinter-pinter". Aku langsung mikir, "Uh mati, jangan-jangan entar aku paling bego sekelas" Pesimis banget ya hahaha. Masuk kelas heniiing banget, kesannya kayak bukan masuk ke kelas, dindingnya putih, lantainya putih, kelasnya longgar, muridnya sedikit. Tapi aku suka, kelihatannya bersih. Aku sempet bingung mau duduk di mana, dan setelah sedikit ragu aku duduk paling depan. Sebangku sama Vani. Dan ternyata, walaupun berganti teman sebangku berkali-kali, tempat dudukku selalu di situ. Selalu di tengah, barisan depan. Aku ketagihan duduk di depan, walaupun pertama-pertama agak tegang karena deket guru, tapi enak bisa ngeliat papan tulis dengan leluasa.

Bel masuk. Pertama kali denger bel ini, refleks anak-anak sekelas pada noleh ke belakang, ngeliat ke arah pintu. Auranya langsung berubah, soalnya mengingatkan kami pada sesuatu (you-know-what). Waktu kutanya anak kelas sepuluh yang lain, ternyata mereka juga gitu hahaha. Setelah bel ada guru masuk, ternyata beliau adalah wali kelas kami. Guru yang mendampingi kami dari awal masuk hingga lulus, Bapak Suharyono, atau biasa dipanggil Pak Har. Guru yang tegas tapi suka bercanda, guru yang menerangkan matematika dengan cara yang sistematis, guru yang mengenalkan istilah "des-des-des" "longor-longer-longest" "kucer" dan sebagainya. Dan guru yang dapat merangkap menjadi motivator handal. Sering menceritakan jatuh-bangun pengalaman hidupnya diselingi cerita yang bisa membuat seisi kelas menahan ketawa dan akhirnya tertawa terbahak-bahak. Sering membandingkan kami dengan kakak-kakak aksel angkatan 1 yang katanya kalau mau diajar mereka ngomong,"Gausah pak, langsung latihan soal aja" "Gausah pak, langsung ulangan saja".

Pada saat itu, pak Har masuk ke kelas kami untuk memperkenalkan diri, memberi sambutan, dan memberitahu kami untuk membuat kepengurusan kelas. Lalu beliau keluar kelas memberi kesempatan kami berunding setelah sebelumnya minta dipanggil pada jam pelajaran ketiga untuk mengajar. Jadi kami diberi waktu dua jam pelajaran untuk berunding. Dan setelah itu saya menyadari satu hal, bahwa anak cowok di kelas kami lebih cerewet daripada anak ceweknya.

Waktu jam istirahat, kakak kelas aksel di atas kami, angkatan 8, datang ke kelas kami untuk memperkenalkan diri. Ternyata jumlah mereka lebih sedikit, hanya 14 orang, sedangkan kami 16 orang. Kalau digabung jumlahnya hanya 30, dan biasanya menjadi masalah saat ada event-event perlombaan antar-gen atau antar-kelas. Dan karena jumlah yang sedikit itu pula, setiap perlombaan antar-kelas, yang jadi supporter satu gen. Kadang masih kalah suara juga haha. Tapi itu yang bikin kami dekat, apalagi kakak kelas angkatan 8 buaik pol sama kami. Mereka itu tempat kami minjem buku catatan, minjem sajadah, minjem mukena, nanya pelajaran, nanya ss, pokoknya banyak deh. Uuuu we miss you mbak-mas Acce5s :3

Kesan hari pertama masuk aksel itu... wow, rasanya seperti menemukan kekuatan yang besar pada kelas kami, entah itu apa. Senang tapi masih sedikit...pesimis hahaha --v. Dan hari kedua aku ga masuk, melarikan diri ke luar kota untuk berlibur (bisa-bisanya). Di hari kedua ini, kakak kelas angkatan 7 yang baru lulus datang ke kelas kami, sayangnya saya tidak ada.

Setelah itu, kami disibukkan oleh pelajaran, tugas, dan persiapan menyambut acara legendaris (?) nan bergengsi di smala yaitu... cheerliar. Kayak cheerleader tapi yang main anak cowok. Pertandingan antar kelas sepuluh tapi sudah seperti antar gen. Awalnya anak-anak cowok pada ga mau ikut, terus kakak kelas meyakinkan berkali-kali. Dan akhirnya kami memantapkan diri untuk ikut. Tapi masalah selanjutnya adalah... waktu. Susah banget nentuin hari untuk latihan karena ada beberapa anak yang ikut les ini-itu. Dan setiap latihan juga ga sampe malem-malem banget. Paling adzan magrib berhenti, terus evaluasi. Yaa pokoknya ga sebanding deh sama persiapan anak kelas sepuluh yang lain. Walaupun gitu tetep aja ada yang seru. Pernah di suatu latihan, waktu udah saatnya pulang, anak-anak cewek pada lari-lari pulang duluan supaya gak dianter Steven. Soalnya sungkan tiap latihan selalu ngerepotin hahaha. Nah waktu di jalan nunggu taksi, keliatan mobil steven lewat, kami langsung buru-buru sembunyi. Berhasil, kami ga ketahuan. Setelah itu ada mobil Kevin, kami sembunyi lagi, nahan capek sambil nahan ketawa. Dan ternyata mobil Kevin itu enggak ke arah kami, tapi ke arah sebaliknya. Eaaaa cegek, ngapain sembunyi-sembunyi segala. Nah setelah itu lagi, ada Joseph dijemput pake motor ke arah kami. Kami buru-buru sembunyi lagi, dan tiba-tiba Hasna teriak "Joseeeph" sambil dadah-dadah. Waktu kami protes, Hasna bilang,"Ooh, aku gatau kalau kalian lagi sembunyi." uooh -_-".

Setelah cheerliar, ada lagi acara lain. Buber generasi sekaligus Temu Generasi (TG). Kalau di gen kami, buber dan TG disatukan, biar hemat mungkin haha. Acara buber ini anak kelas sepuluh yang ngadain, ngundang kakak gen dari angkatan 1 sampai angkatan 8. Kan banyak tuh, jadi kami cari-cari penghasilan (?) dengan cara ngumpulin botol dan koran bekas terus dijual. Kami juga sering ngadain rapat kalau gaada guru.

 rencana buber yang malah jadi coret-coretan geje


Kami juga merasakan perubahan-perubahan pada ruang kelas kami. Dari dinding yang asalnya putih polos, dicat menjadi krem (atau kuning?). Kaget sih, hari Jumat masih putih tiba-tiba Seninnya jadi krem kekuningan gitu. Setelah itu pernah juga kelas kami dipindah sementara ke lab. Kimia karena kelas kami direnovasi. Seru bisa sebangku empat-lima orang, tapi ga enaknya panas. Renovasinya cukup lama ternyata, berapa bulan ya? Setelah renovasi selesai, dinding kelas kami yang asalnya tripleks berubah menjadi sesuatu yang saya tidak tahu namanya. Pokoknya jadi bisa dibuka secara keseluruhan, tapi dikunci sih. Dindingnya jadi berwarna cokelat. 

Oh ya, sebelum renovasi itu selesai, kami sekelas sempat ke luar kota looh. Ke trawas, ke UTC (Ubaya Training Center) untuk pelatihan psikologi gitu deh. Di sana kami menginap 2 hari 1 malam. Ternyata UTC itu bagus banget pemandangannya. Seru banget di sana apalagi pas jam istirahat. Dan semenjak itu, kami jadi punya makanan favorit yaitu keripik ubi ungu atau kami biasa menyebutnya keripik unyu ungu.

Setelah kelas direnovasi, kami kedatangan murid baru dari Manado namanya Dessy Tesha Arisanti. Sekarang ia diangkat menjadi anak angkat saya (?) oke abaikan. Maka lengkaplah kami, 17 manusia srigala.

kami sambung-menyambung menjadi satu

Setelah itu tahun ajaran baru. Pada hari senin (waktu MOS) aku iseng dateng ke kelas XII aksel, tapi dikunci. Lalu saya ke kelas sebelah (kelasku waktu kelas X) ternyata ga dikunci dan ternyata ada beberapa teman yang datang. Kami ngobrol-ngobrol sebentar, setelah itu aku kembali lagi ke masjid soalnya aku jadi panitia samurai. Nah waktu di masjid itulah aku mendengar kabar yang...uh. Ternyata kelas baru kami bukan di kelas XII aksel tahun lalu. Tapi di bekas kelas XI-sos. Kelas kami sebelumnya akan dijadikan aula. Jadi alasan dahulu kelas kami direnovasi sehingga dinding-dinding penyekat antar kelas dapat dibuka adalah untuk dijadikan aula. Yaah sedih, karena dari awal masuk aksel kami kira kelas kami untuk tahun ke dua itu di bekas kelas XII aksel. Kan enak lebih luas dari kelas kami sebelumnya.

Kelas kami yang baru jauh lebih kecil dibanding kelas sebelumnya, juga lebih gelap. Oleh karena itu, setiap keluar kelas dan terkena sinar matahari, mataku sering sakit. Awalnya aku ga terlalu suka dengan kelas baru kami, tapi lama-lama ya biasa aja. Masa mau protes haha.

Tahun ajaran baru berarti kami punya adek gen. Hari kamis kami memperkenalkan diri kepada mereka, ternyata jumlah mereka lebih banyak, 22 orang. Tapi sayangnya yang laki-lakinya sedikit, cuma 8 orang, lebih sedikit dari anak laki-laki kelas kami yang berjumlah 9 orang. Jadi personil cheerliar mereka sedikit juga deh uuu kasian (?). Mereka punya nama kelas, namanya keselek. Waktu ada class meeting kami pernah menggabungkan nama kelas kami jadi keselek srigala uhuk auu uhuk auuu (?).

Di tahun kedua ini, aku jadi sering pulang-sekolah-langsung-pulang kecuali kalau ada les. Ga kayak dulu yang biasanya ada acara atau sekedar ngumpul-ngumpul. Rasanya jadi...homogen. Hidup satu warna. Sering bosen, sedikit...hampa. Untungnya masih ada jalan-jalan bareng, sebagai penyegar di tengah gurun pasir lah haha. Apalagi pas akhir-akhir, sering ada foto kelas. Foto kelas buat buku tahunan dan foto kelas buat dipasang di dinding, dijejerkan bersama delapan foto angkatan sebelumnya.

Setelah snmptn selesai, kami ngadain acara ke luar kota, ke Batu. Dua hari satu malam, seru banget dong gilaaa tidak bisa diubah ke dalam kata-kata deh. Oh iya, di Batu ini gara-gara hawanya aku jadi teringat kepada... Bandung. Lebih tepatnya Bandung Utara, lebih tepatnya lagi jalan Setiabudi, tebih tepatnya lagi Setiabudi 31 aah tuh kan jadi kangen ._. haha maaf ga penting.

Eh sebenarnya tadi aku cuma mau nulis hari pertama di aksel loh, tapi keterusan. Sepertinya postingan kali ini jadi panjang banget ya hahaha.

Srigala! Seneng rekasa sratus kurangi lima srigala auuuu!
Wassalam.

Saturday, July 30, 2011

Tuesday, July 26, 2011

Dia Bilang

"Kalau kamu yakin bahwa hal yang kamu lakukan adalah benar, kenapa merasa bersalah? Gak setiap hal yang kita lakukan dapat dengan mudah diterima kan? Bahkan kebenaran sendiri juga kadang ditolak, bahkan dibolak-balikkan. Yang kuatlah, yakinlah. Dipikir bagaimanapun juga sebenarnya kamu sudah benar, hanya saja mungkin... penyampaianmu, sikapmu, sedikit ganjil. Good choice, bad attitude. Tapi memang kondisinya agak mendadak sih. Dan sekarang walaupun kamu mencoba memperbaiki kejanggalan itu, dengan cara apa? Jangan sampai malah kamu melakukan hal yang salah. Percuma dong. Sebenarnya siapa sih yang membuatmu ragu? Apakah dirimu sendiri?"

Pertolongan Datang Tak Diduga

(via twitter)
Dessy: galau ._.
Aku: Wah sama ._.
Dessy: kalo bundo knp? ._.
Aku: tentang...tidak tahu apakah yang saya lakukan benar atau salah ._. Kamu kenapa?
Dessy: tepat sekali, tepat seperti yang saya rasakan hahahaha, apa ini karena antena teletabis kita masih berfungsi dng baik -_-"v
Aku: yaampun des, aku baca ini langsung terharu, sepertinya antena teletabis kita tahan lama hahaha

Asli loh, habis tau bahwa temanku punya masalah yang sama, walau mungkin topiknya berbeda, rasanya seperti lebih...ringan. Jadi bisa berpikir lebih tenang, dan akhirnya bisa sedikit melihat jalan keluar. Alhamdulillah :)

Saturday, July 16, 2011

Cermin saja tidak cukup menampilkan siapa dirimu