Friday, January 6, 2012

Speechless Baca Ini

"Apakah kau ingin bicara tentang ini?" Barton menawarkan tanpa diminta.
Barney menggeleng dan duduk. "Maaf, kalau aku lepas kendali. Ini pertama kali aku..."
"Kehilangan pasien?" Barton menyelesaikan pikirannya.
Barney mengangguk. "Rasanya mengerikan. Kalau saja aku mengambil alih tanggung jawab, aku mungkin bisa menyelamatkan nyawa orang malang itu." Ia mengangkat wajah dan bertanya, "Apakah kau pernah kehilangan pasien?"
"Ya," Barton mengaku, "dan kalau ini menghibur, rasanya makin menekan tiap kali kau mengalaminya."
"Maksudmu, kau sudah kehilangan banyak pasien?" Barney bertanya terperanjat.
"Dengar, Nak, menurut data statistik mahasiswa kedokteran rata-rata 'membunuh' tiga pasien sebelum mereka jadi dokter. Dan tak seorang pun mencatat lagi sesudah itu."
Barney menggeleng pedih. "Kurasa aku tidak mampu menghadapi hal ini lagi."
Dikutip dari: Doctors - Erich Segal

Oke, ini hanya sebuah novel, cerita fiksi kan? Lagipula yang menentukan kematian kan Allah, bukan kita *tarik nafas* *hembuskan*.

No comments:

Post a Comment