Wednesday, September 19, 2012

Mungkin kita dibiarkan melakukan kesalahan agar merasakan betapa tidak enaknya akibat dari kesalahan itu.


Sunday, September 16, 2012

Mencari Garis Start

Bermula dari ngecek e-mail, buka grup fb buat download materi kuliah, buka twitter, lihat link blog, lalu ke sini. Alasannya tetap sama sih, kangen nge-blog katanya. Setelah itu lanjut baca post-post sebelumnya, ternyata memang sudah lama tidak kemari dengan sungguh-sungguh. Karena lebih sering nulis di notes hp, merasa yang ditulis masih belum cukup matang, atau saringannya sekarang lebih selektif. Lanjut baca post-post lama, lalu tersadar sesuatu. Bahwa sampai detik ini saya belum menemukan garis start, masih belum menemukan. Masih belum. Entah sampai kapan.

Sejujurnya kalau garis start sih banyak ya di mana-mana, tapi kan yang dicari bukan asal. Semakin ke sini semakin selektif, namanya juga belajar dari pengalaman. Tapi rasanya, mungkin terlalu selektif? Lagipula, kalau memang sudah menemukan garis start, terus mau ngapain? Orang peluitnya masih belum dibunyikan. Gimana mau dibunyikan, peluitnya kan hilang. Kalau peluitnya sudah ketemu juga belum bisa mulai. Wasitnya kan belum ada. Kalau sudah nyewa wasit, apa sudah bisa dimulai? Masih belum. Waktu pertandingannya masih saaaaaangat lama.

Jadi memang lebih baik belum menemukan garis start, waktunya belum tepat. Nah lalu, kalau sudah menemukan garis start dan memulai pertandingan, jangan lupakan tujuan selanjutnya adalah mencari garis finish.

Yakin akan menemukan garis finish? Karena kalau garis start yang dipijak adalah garis start yang tepat, maka tujuan selanjutnya bukanlah garis finish. Karena tanpa garis finish pun, saya sudah menang. Jadi sebenarnya tujuan utama tetaplah mencari garis start yang tepat, agar tidak perlu capek-capek berlomba di arena dengan garis start yang salah.

Mungkin itu alasannya mengapa saya jadi sangat selektif.