Monday, January 28, 2013

Penting Tidak Penting



“Ada orang yang tahu ia akan kalah, namun tetap mengikuti permainan.”

“Dan ada juga orang yang tahu ia akan menang, namun memutuskan untuk keluar dari permainan.”

- Pembicaraan dari suatu film yang saya lupa judulnya

...

Susah deh jadi orang melankolis. Kerjaannya mikirin banyak hal, mengkhawatirkan banyak hal. Saking banyaknya sampai lupa sama hal yang penting. Ternyata yang dipikirkan selama ini tidak begitu penting, atau tidak penting sama sekali. Terlalu detil, terlalu kecil. Sampai lupa dengan yang global, lupa dengan inti. 

Sekalinya ga mikirin apa-apa, linglung sendiri nyari-nyari bahan untuk dipikirkan. Tapi bukannya nyari bahan yang penting, malah bahan yang sepele yang dicari. Ah, buang-buang waktu. Padahal sering ngeluh kehabisan waktu.

Tau dari mana yang begini ini namanya orang melankolis? Jangan-jangan hanya aku. Atau mungkin semua orang, atau bisa saja sebagian orang. Bisa jadi yang bukan melankolis juga begini. Ah, sok tau. Tidak penting juga.

Lalu apa hubungannya antara quote di atas dengan tulisan meracau ini? Terhubung kok. Hanya saja ada missing link. Kalau ini tentang soal sebab-akibat, mungkin akan bingung mau menjawab A atau B, benar-benar-berhubungan atau benar-benar-tidak berhubungan.

Ah, penulisnya bingung mau menggunakan bahasa baku apa tidak. Buktinya dari tadi tidak konsisten pakai akhiran –an atau –in untuk kata “pikir” dan juga tidak konsisten pakai kata “tidak” atau “ga”. Peduli amat deh. Padahal sih peduli. Tapi biarkan mengalir seperti air saja.

Ngomong-ngomong tentang air mengalir, jadi ingat lagu Bengawan Solo. Kemarin-kemarin nonton film China di stasiun tv china, latar tempatnya ada sungai gitu. Lalu mengalunlah lagu Bengawan Solo pakai bahasa Mandarin. Kok tau itu lagu Bengawan Solo? Kan ada subtitle. Jadi heboh deh, ada setitik rasa bangga gitu. Padahal ga ikut bikin lagunya.

Tulisan ini penting? Penting mungkin, untuk menyalurkan sesuatu yang butuh dikeluarkan. Tapi tidak penting, isi tulisan ini. Nyampah dikit bolehlah. Banyak juga boleh.

  
Ah, bau liburan