Sunday, August 31, 2014

Dia Punya Masalah

Dia punya masalah.
Umurnya 5 tahun, ibunya sedang pergi ke pasar, namun para tamu sudah datang.
Dia sudah mempersilakan para tamu masuk ke dalam, seperti yang biasa ibunya lakukan.
Sekarang dia harus menyuguhkan sesuatu.
Minuman!

Dia sudah pernah membuat sirup sendiri, jadi itu tak masalah baginya.
Lalu masalahnya?
Dia tak pernah membawa nampan berisi gelas sebanyak itu.
Lima buah gelas.
Dia takut gelasnya bergeser-geser saat dia membawanya.
Dia takut airnya tumpah.
Dia takut gelasnya jatuh lalu pecah.
Dia takut membawa nampan. Dia tidak berani.

Jadi dia membuat sirup pelan-pelan, mengulur waktu.
Barangkali ibunya pulang ke rumah selagi dia membuat sirup.

Namun ibunya tak kunjung pulang.
Dan kelima gelas sirup telah siap dihidangkan.

Dia punya masalah. Masalah yang besar.
"Bagaimana kalau gelasnya jatuh?
Bagaimana kalau airnya tumpah?
Bagaimana kalau aku tak berhasil membawanya?", tanyanya terus dalam hati.
Ibunya masih belum pulang, dia tak bisa menunggu lebih lama lagi.

"Baiklah, aku akan mencobanya!", bisiknya pada diri sendiri.
Lalu dengan kedua tangan mungilnya, dia membawa nampan berisi 5 gelas sirup ke ruang tamu.
Apakah dia berhasil?

Ibunya pernah bilang,"yang penting kamu sudah berusaha, nak".

Yang penting kamu sudah berusaha.